MERANGSANG SEX ROH HALUS
Sunyi dan Hasrat tak tersalurkan di pagi hari. Tapi khusus malam hari, pasangan cenderung mulai mengarah ke aktifitas sex yang liar. Buat pasangan muda, energik, tenaga masih full tentunya bukan hambatan untuk memuaskan malam mereka yang panjang. Katanya yang penting mainaman semuanya pasti fine-fine aja.
Ray dan Dea adalah contoh kisah dua insan yang bertemu dan akhirnya bisa bersama terus selama hayat mereka. Dari usia remaja mereka berkenalan dan berteman, hingga akhirnya nikah serta membina hubungan rumah tangga yang lebih serius.
Ada fase dalam kehidupan orang dewasa itu mulai berubah, ketika keramaian tak lagi menghibur. Gurauan canda mulai terasa hambar, percakapan sehari-hari serasa menjadi basa-basi. Yang tersisa hanyalah suasana sunyi dan fakta jujur dalam menghadapi diri sendiri.
Bukan Cerita Porno
Nah, di kali ini, kita tidak membahas roh halus yang bener-bener horror. Namun lebih ke makna perumpamaan yang lebih tepatnya nafsu birahi dari diri kita. Seakan itu bukan lagi diri kita, sehingga penulis mulai menggambarkan bahwasanya itu adalah ROH HALUS yang merangsang nafsu seks kita.
Saya masih ingat, di masa memasuki usia remaja, hasrat seks itu sangat tinggi sehingga mendorong testosteron tubuh lebih memacu adrenalin. Setiap melihat gadis cantik sendirian, rasanya pengen banget langsung samperin dan mengajaknya keluar bersenang-senang.
Mulai dari Clubbing, dansa ria hingga sepanjang malam di diskotek, sampai akhirnya SKKP (red. singgah bermalam). Di persinggahan itulah, kita menemukan ruang sunyi yang membakar semua burning-desire kita, manusia bertemu dengan dua hal yang sering saling bertabrakan. Hasrat dan birahi berkepanjangan.
Ketika Sunyi Membuka Kejujuran
Keduanya terlihat saling tersipu malu, cinta di pandangan pertama, rasaku dalam hati. Dan itu manusiawi. Tidak puas hanya bertemu dalam waktu yang singkat, mereka pun bertukar cerita hingga malam yang panjang hampir setiap hari. Dating pun terus berjalan, hingga suatu hari Dea memberanikan diri singgah ke rumah kontrakan Ray di pinggiran kota Bandung yang sepi itu.
Doa Tidak Selalu Datang dari Hati yang Bersih
Selama ini, Ray memang sering terlihat mangkal dan nongkrong di depan mesjid sambil ngopi nyantai. Doa dan sholat tidak pernah ia tinggalkan, begitu sebutan anak soleh disisipkan kepadanya sehingga wajar kalau ia pantas untuk memenangkan hati Gea, gadis manis yang menjadi pujaan hati banyak pria.
Tuhan tidak menunggu manusia sempurna untuk mendengar. Gea yang berkunjung hari itu hanya bermaksud untuk mengambil barang yang ketinggalan yaitu Flash disk isi lagu yang diputerin di mobil kala mereka keluar di pekan lalu saat itu. Namun, segalanya berubah ketika Gea melihat Ray yang membuka pintu bawah untuk menyambutnya. Hasrat terselubung seakan membungkam. Bukan Musuh, Tapi Cerminan dari signal mereka berdua.
Gea pun diundang masuk, dan tanpa basa basi langsung masuk ke kamar utamanya Ray yang kebetulan di saat itu hanya sisa mereka berdua. Perlahan tapi pasti, Ray merebahkan badan Gea ke kasur kamar tidurnya. Semua ini terjadi tanpa rencana apapun, begitu saja? YEAH, aneh tapi ngakak!
Hasrat sering dianggap sesuatu yang harus dimatikan. Justru salah, itu hanya mentahan yang harus dimatangkan. Apalagi di saat itu keduanya sudah saling menyukai sesama. Sejujurnya memang itu cara mainaman yang paling bisa diterapkan.
Mereka berdua bercumbu mesra tanpa rasa canggung. Ciuman demi ciuman yang penuh hasrat pun tersampaikan. Karena itu mashi pertemuan pertama, mereka tidak sempat berhubungan intim yang lebih dalam karena mungkin masih menyadari batasan yangada.
Yang menjadi masalah bukan keberadaannya, tapi ketika Gea mengambil alih kendali. Di situlah batas diuji, antara mengikuti dorongan atau memilih kesadaran.
Menjadi dewasa bukan berarti kehilangan hasrat, melainkan mampu menempatkannya.
Antara Menahan dan Melepaskan
Sejak pertemuan pertama itu, mereka berdua semakin intens bertemu. Tak jarang, Gea yang aktif dengan mobilitas sehariannya dengan mobil sedan berwarna hijau army itu pun semakin rajin antar jemput Ray kemanapun mereka pergi.
Hidup dewasa penuh dengan pilihan yang tidak hitam-putih. Butuh kejelasan, nah ini yang terjadi dari hari ke hari. Di saat menjelang tahun baru mereka pun spend waktu berduaan di kamar kontrakan, dan akhirnya saat yang dinantikan pun tiba. Sepertinya mainaman sudah tidak berlaku lagi kah?
Ada saatnya menahan diri, ada saatnya melepaskan dengan cara yang benar. Hubungan mereka dilanjutkan ke pelaminan dan mereka pun hidup bahagia layaknya pasangan suami istri pada umumnya.
Bulan madu yang sederhana namun selalu mempesona dan membekas di hati mereka berdua.
SiWajah Dewasa yang Jarang Dibicarakan
Siwajah dewasa bukan wajah tanpa dosa. Ia adalah wajah yang tahu batas, sadar konsekuensi, dan berani bertanggung jawab. Setelah pernikahan mereka, hubungan intim mereka semakin membahana.
Ia bahkan gak tahu kapan harus diam. Setiap detik dipenuhi hasrat yang meledak kemana-mana. Bahkan di suatu ketika di dalam mobil pun mereka sempat sambil menyetir dan Gea sempat melakukan BJ di dalam mobil dalam keadaan mobil berjalan. Fantastik! Itu tentu menjadi pengalaman seumur hidup mereka berdua. Bukti nyata kebahagiaan itu apa adanya ketika kita tetap harus melanjutkan perjalanan hidup kita dengan penuh kenangan yang selalu terngiang di mana pun kita berada.
Berdamai dengan Diri Sendiri
Kenangan manis selalu di hati, ada kalanya hidup kita juga bisa di bawah dan tekanan demi tekanan menghampiri. Namun tidak semua pertarungan hidup harus dimenangkan dengan kekerasan. Ada yang cukup dihadapi dengan kejujuran dan kesadaran diri. Hidup di dunia ini tentunya ada pasang surutnya, dan gak selamanya harus mainaman melulu.
Sunyi akan selalu datang. Badai Rumah tangga menyerang, tapi ingatlah bahwa Hasrat tidak akan pernah benar-benar pergi. Dan doa akan selalu menemukan jalannya, selama kita mau membuka diri.
Menjadi dewasa adalah proses berdamai.
- Berdamailah dengan Tuhan.
- Dan juga dengan hidup itu sendiri
- Dan yang terpenting adalah berdamai dengan diri sendiri.





Belum ada Komentar untuk "MERANGSANG SEX ROH HALUS "
Posting Komentar