PUAS JASMANI ROHANI

 

Puas atas Jasmani dan Rohani selama jelang bulan puasa ini jadi topik yang menarik untuk dibahas. 

Magrib hari ini diakhiri dengan perjuangan menahan Lapar, namun tetap positif dan menguatkan Jiwa yang lemah. Tahan nafsu, sekaligus merindukan nikmat kedewasaan. Intinya semua bicara soal menahan, mau itu lapar, haus, dan yang paling menantang mungkin menahan nafsu birahi. Sing penting mainaman, don! Ya gak sih?

Selama bulan puasa kita terlihat lebih banyak menahan lapar dan haus. Menurut saya, makna puasa jauh lebih luas dari sekadar urusan perut. Yang jelas, di balik rasa lapar, ada proses pendewasaan diri, pengendalian emosi, dan banyak latihan sensitifitas sosial. Ini pula yang lebih sering kita sebut sebagai puasa jasmani dan rohani.


Waktu Ideal Seks Saat Puasa

Di sinilah puasa menjadi dewasa. Bukan melulu soal kuat menunggu azan magrib hari ini, tapi tentang bagaimana cara seseorang berdamai dengan dorongan yang muncul dari dalam dirinya. Dorongan apapun yang biasanya kita turuti tanpa harus berpikir panjang.

Ingat yah teman-teman, Puasa bukan mematikan hasrat. Melainkan puasa mengajarkan kita cara mengelola Hasrat dan berpedoman mainaman jadi pegangan utama.

Di Indonesia, puasa bukan hanya ritual keagamaan, tapi juga momen sebuah tradisi masyarakat yang mencerminkan tingkat sosial dan budaya kita semua. Dari sahur bareng keluarga, ngabuburit, hingga buka puasa bersama, semuanya membentuk pengalaman tersendiri yah. 


Nafsu Tidak Dilarang, Tapi Dijinakkan

Jangan salah paham dulu, banyak yang sering salah kaprah hingga kini. Bahwa nafsu itu adalah bagian dari manusia. Nafsu itu mentah, ia diciptakan, bukan untuk dimusnahkan, melainkan diarahkan. Nah, sekarang sudah beda kan persepsinya?

Dzuhur hari ini, di bulan puasa, pikiran serta pola pandang memang harus dijaga. Pikiran dilunakkan. Sentuhan ditahan. Bukan karena tubuh salah, tapi karena jiwa sedang dilatih untuk memimpin.

Ada godaan di mana-mana, di layar, di pikiran, di ingatan. Tapi justru di situlah puasa bekerja. Ia mengajak kita mengenali diri sendiri, mana kebutuhan, mana sekadar keinginan. Kalau otak kita selalu mikirin mainaman sih pasti tak akan lari kemana-mana. Setuju kan?

Menahan diri dari yang halal di siang hari memang mutlak pelajaran besar, namun jika yang halal saja bisa ditunda, gimana lagi yang gak halal kan?

Puasa dan Keintiman yang Lebih Bermakna

Maghrib ini ada yang berbeda, bagi orang dewasa, puasa sering membuat rindu terasa lebih tajam. Bisa jadi itu rindu pada pasangan, pada sentuhan nya, pada keintiman yang bukan sekadar fisik. Nafsu liar yang terbendung sekali tersalurkan itu lebih nikmat rasanya. Habis mandi, buka puasa, baru deh puasin hubungan intim dengan pelampiasan yang maksimal.


Jujur lebih terasa di kalender maret 2026 ini karena banyak nafsu meledak, mungkin karena jiwa lebih hadir saat tubuh akhirnya diperbolehkan menikmati. Apalagi THR Cair lebih awal, bisa cek harga infinix note 60 pro yang lagi viral itu loh. 

Doa niat sahur mengarah ke puasa yang mengajarkan bahwa kenikmatan paling dewasa adalah yang disertai kesadaran penuh di saat melakukan hal sekecil apapun. Doa tarawih juga lebih bermakna ya kan? Dibarengi doa berbuka lengkap deh para pencari tuhan jilid 19 ini. Apalagi pas doa makan sahur mulai didengkan juga melalui radio online, Doa setelah sholat tarawih, lengkap pol semua.

Masyarakat Indonesia dan Puasa yang Teratur

Menurut Saya di Indonesia, puasa bukan hanya ibadah pribadi. Sering terlihat, ia lebih hidup di jalanan, di dapur keluarga yang soleha, di obrolan malam menjelang sahur. Ada tawa, ada godaan, dan ada pula rindu serta penantian.

Kita juga setuju bahwa kita itu sudah terbiasa bercanda, saling menggoda, tapi tetap tahu batas. Inilah wajah puasa yang nyata harmonis, tidak kaku, tapi tetap berkah dan selalu mainaman.

Mari kita bersama melaksanakan puasa yang bisa membuat kita lebih peka, bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga pada orang lain. Terlebih pada mereka yang menahan lebih dari sekadar lapar, nafsu birahi juga yah.


Situs Majalah Dewasa dari Siwajah Dewasa

Berhubungan intim di bulan puasa ini selalu jadi perdebatan. Seks yang diperbolehkan dan halal dilakukan hanya di malam hari tentunya. Antara waktu buka puasa magrib hari ini, atau hingga sebelum fajar atau imsak. Pilih mainaman sekitar jam 9 ke 10 malam atau setelah tarawih, hitung-hitung badan kita sempat istirahat sebelum sahur kan?

Ingat pula, mandi wajib agar tetap suci saat sang fajar menyambut kita di pagi hari. Pastikan santai dan tetap menikmati semua pertunjukan seks yang dilakukan demi menjaga stamina tubuh kita. 

Minum air secukupnya untuk menghindari letih berlebihan atau dehidrasi di saat puasa esok hari.

Belum ada Komentar untuk "PUAS JASMANI ROHANI"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel