ATASANKU GILA SEX


Kantor itu biasanya ramai. Bahkan terlalu ramai untuk merasakan apa pun. Yah, seakan-akan kita itu tetap merasakan sepi walau di dalam keramaian. Mirip lagu nya Dewa-19 gak sih?

Tapi malam itu berbeda. Lampu-lampu sudah banyak yang mati. Hanya ruang kerjanya yang masih menyala, memantulkan bayangan kami di dinding kaca. Aku berdiri di depan mejanya, berkas di tangan, menunggu komentar terakhir sebelum pulang.

Saat itu aku, Dewi Aulia, sekretaris khusus kantor Pak Tanto, dalam posisi berdiri membungkuk sambil berpegangan pada meja kerja pak Tanto di ruangannya. Pakaian atasku masih lengkap terpakai, sedangkan rok pendekku masih utuh.

Mainaman di Ruang Kerja

Pak Tanto terlihat memang sudah menantikan moment ini tiba, di kala kantor sepi. Ia tak langsung bicara, belum apa-apa aku langsung ditarik dan dari arah belakang celana dalamku sudah melorot sampai ke mata kaki. Pak Tanto dengan leluasa menyetubuhiku dari arah belakang dengan mengeluarkan penisnya dari resleting celananya saja.


"Plak., PLAKKK...PLAAAAAKKK!"terdengar bunyi suara tamparan tangan pak Tanto ke arah pantatku, di saat itu pula suara becek juga terdengar dari kemaluanku yang sudah sangat basah itu.

Ühhhh... uhhhh...Aku dapet pakkkk...ohhh"Aku mulai merintih nikmat saat merasakan orgasme yang sudah terujung di ujung tanduk. Pak Tanto juga gak kalah gesit, gerakan pinggulnya juga dipercepat seperti mesin jahit yang otomatis itu, beliau juga ternyata mau ejakulasi barengan dengan orgasmeku.

ÄHHHH...HHHH..." aku mendengar beliau berteriak dengan tubuh bergetar, penisnya ditancapkan semakin dalam pada liang senggamaku. Äkkkkksss...hhh...keluar, aku punya keluar, ujar pak Tanto. ÄHMMMMMMMMMMHHHHHHHH....." aku sendiri juga sedang menahan jeritan nikmatku sampai mukaku berubah menjadi merah padam. 

SROTTTTTTT..SROT..SROTTTT.. semprotan air mani pak Tanto yang hangat memancar ke dalam rahimku. Sambil mengelap bekas muncratan itu, pak Tanto juga membantu aku memakai celanaku. Aku pun bergegas melangkah keluar kantor. Aku memang sering diminta melayani Pak Tanto di ruang kerja beliau. Sex cepat di kantor itu sudah jadi tren terutama di pagi hari, kami cuma butuh 5-15 menit saja untuk mencapai puncak kenikmatan yang serasa sorgawi itu. 

Yang buat aku gak nyaman itu, cuma 1, suara desahanku gak bisa terlalu keras karena erangan nikmatku bisa kedengaran keluar. 

ATASANKU, IDOLAKU

Namaku Dewi, umurku sekarang 21 tahun, statusku masih single dan ngekos di Bandung. Aku bekerja di perusahaan alat berat di Pusast kota Jawa Barat sebagai staf sekretaris khusus. Aku tergolong cepat naik jabatan, atas permintaan pak Tanto aku selalu diduluankan untuk promosi sekaligus mendapatkan fasilitas lebih.

“Kamu tahu,” katanya pelan, “aku selalu menunggu kamu yang terakhir keluar.”

Aku menelan ludah. Dadaku naik turun lebih cepat dari yang ingin kuakui. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan, tapi semuanya terasa tidak perlu. Tubuhku lebih jujur daripada kata-kata.

Tangannya berhenti di sandaran kursiku. Tidak menyentuhku.

Namun cukup dekat untuk membuat kulitku merinding.

Di kantor, aku selalu melayani pak Tanto kapanpun dia membutuhkanku.Di luar jam kerja, aku diberi kebebasan penuh. Aku sudah lama menjadi pemuas nafsunya. 

Keheningan di antara kami bukan kosong, ia penuh oleh hal-hal yang tak pernah kami ucapkan. Ketegangan itu menggantung, seperti napas yang ditahan terlalu lama.


Cerita Situs Majalah Dewasa Indonesia

Setiap kali kami selesai bercinta di kantor, ada rasa yang muncul yaitu kami ingin mencoba merasakan suasana yang berbeda. Kali ini, kami memutuskan untuk berwisata sambil mencari lokasi rendaman air panas di daerah Garut. Akhirnya waktu itu pun tiba, aku sangat yakin pak Tanto memang berniat meniduriku di hotel itu, bukan cuma sekedar berendam air panas saja.

Dan setibanya disitu, tanpa basa basi pak Tanto pun bertanya, "Dewi, kamu mau istirahat dulu atau mau langsung berendam?" 

Ïss..istirahat dulu pa, biar gak cape banget."jawabku santai. 

Tapi, pak Tanto udah ga sabaran aja, dan mulai mendekatiku, sambil membuka kancing bajuku satu per satu. "Ja.. ja..ngann..pa.."aku merintih pelan karena merasa tak berdaya.

"Jangan kenapa?"Tanya pak Tanto lagi, "Ma..maksudku ..eeh..ee.. biar Dewi buka sendiri aja pa.."

Dengan gemetar aku membuka bajuku satu persatu hingga yang tersisa hanya BH dan celana dalam rendaku yang tipis tembus pandang transparan itu. Aku terduduk sambil tersipu malu di depan pak Tanto. Kemaluanku yang masih tertutup celana dalam itu kucoba tutup dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku aku rapatkan menutupi buah dadaku.

"Buka dong semuanya, Dek..Kamu malu?"tanya pak Tanto. 

"Malu kenapa?"cuma kita berdua koq disini, dan aku pun sudah telanjang juga dari tadi.

Akhirnya aku menuruti semua permintaan pak Tanto, aku tak berani bersuara walaupun disitu jauh dari keramaian. Pak Tanto berdiri tepat di depanku sambil menyodorkan penisnya ke arah wajahku. Sambil menatapnya dari bawah, akupun mulai jongkok dan siap mengemut penis nya yang semakin keras dan besar itu. Daguku lalu diangkatnya dengan tangannya sampai bibir kecilku pun mulai kemasukan buah penisnya yang panas dan hangat itu.

"Mmmmmppphh.... hhhehhhh...mmmmppphhh...."aku mulai mendesah sambil menikmati setiap isapan demi isapan, Anggap aja itu eskrim kesukaan mu yang enak dan nikmat, " tutur pak Tanto kepadaku.

Tangan kirinya digunakan untuk meraih buah dadaku, sambil memplintir puting payudaraku yang mulai mengeras karena sangking nikmatnya.

Tak lama kemudian, kedua pahaku mulai dirapatkan ke arah rudal besar pak Tanto. Ähhhh....geli pa, "desahku saat pak Tanto mulai memasukkan penisnya."

Pelan-pelan, pa.."masih kering vaginaku.."


Öuchhh...hhh....shhh...Shhhhh...."hanya desisan yang bisa kukeluarkan saat Pak Tanto memasukkan jarinya ke dalam liang vaginaku sembar mengocoknya dengan cepat. Tak lama kemudian, lubang senggamaku semakin becek dan merekah, pak Tanto pun siap berdiri lagi dan perlahan menekuk kakinya hingga penisnya sekarang sudah tepat di depan vaginaku.

Posisi berdiri ini memang sering kurasakan, aku pun dengan pelan merenggangkan kakiku sambil memajukan kemaluanku agar liang senggamanya lebih mengarah ke depan.

Upayaku cukup berhasil, aku bisa merasakan dari belakang penis beliu sudah mengelus-elus lembut di depan liang vaginaku sambil berputar-putar mencari posisi yang tepat untuk masuk.

BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS...

Penis Pak Tanto dengan mulus masuk ke dalam. ÜUUUUUUHHHH...." tanpa ragu aku mengeluarkan suara lenguhan keras sangking nikmatnya. Setelah seluruh penisnya masuk, kedua tanganku pun meraih bahu pak Tanto, ia pun membalas dengan mencengkram pantatku. Kami sambil berciuman mesra, ia sibuk menjilati bibir mungilku.

"Belitkan kedua kaki mu ke pinggang ku, biar ga mudah jatuh."perintahnya

Öhh.. aku takut jatuh pa, "sambil tertunduk pelan.

Cobaan sekaligus Godaan

Aku segera mengatikan kakiku melingkari pinggangnya dan tanganku pun memeluk lehernya. Setelah beliau yakin aku menempel dengan benar pada tubuhnya, dia lalu mulai memainkan jurus andalannya. Ia menggerakkan pantatnya maju mundur seperti olahraga santai.

Öhhh..ohhhh...ohhhhhhhh... paaa...aahhh....oohhhh....ohhhhhh....oahhhh...auuukkhhh.. paaa.. enakkkk."

Pak  Tanto ternyata beda jurus ketika di luar kantor, ia menyetubuhiku dengan gaya baru yaitu, tubuhku digendong dalam pangkuannya sambil berjalan keliling ruangan. Fantasi sex seperti ini takkan pernah kulupakan. Tak pernah kubayangkan karena pergerakan penis pak Tanto sangat terasa di sekitar vaginaku. Posisi penis nya yang tegak dan keras itu tertekan oleh berat badanku yang membuat terasa sangat nikmat seolah-olah menembus sampai ke tulang rusukku.

Öhhh...ohhhhhh...ohh..ohhhhh..."aku terus mendesah tanpa ragu sedikitpun mengikuti gerakan pak Tanto. Tak berapa lama ia mulai menyandarkan ku ke dinding kamardan mulai menggenjot penisnya dengan lebih cepat lagi. 

ÄAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRHHHHHHHHHHHHHH..........." akhirnya aku mengerang nikmat dengan suara yang sangat keras karena orgasme ku sudah datang

Pak Tanto mulai bergerak lebih slow dan kalem untuk menahan genjotan penisnya sambil memberiku kesempatan menikmati orgasmeku. 

"Wahhh, enak banget pa..."bisikku di telinganya kencang.

"Kita sekarang goyang di ranjang yah sayang.. Saya belum keluar, yuk kita keluar bareng lagi yah."

Pak Tanto pun mulai menurunkan ku sampai kakiku menyentuh lantai, lalu ia mencabut penisnya keluar. Terlihat penis panjangnya masih keras sekali dan warnanya sangat fresh bagaikan lapchiong panjang. 

"Belum sempat bergerak bebas, penisnya mulai masuk lagi sambil aku mengusapkan tanganku ke kemaluanku supaya tetap basah. Pak Tanto sambil mengocok-ngocok penisnya sampai ke dalam kemaluanku dan 

BLESSSSSSSSSSSSSSS.... kami berdua meraskan desah yang sama.

Ähhhhh..."pak Tanto mulai meraung seperti anjing kelaparan, dan gak lama kemudian semua air maninya keluar. Kami berpelukan mesra dan sambil kucium sembari jilat kemaluan pak Tanto yang besar itu. Kami berdua masih belum puas, rangsangan yang diberikan pak Tanto, mulai dari menciumi leher dan kupingku pun kuresapi dengan penuh kelembutan. Sedangkan jarinya mulai sibuk keluar masuk ke vaginaku yang masih basah itu.

Aku pun berkata "pa.. aku pengen lagi sekali lagi...tapi kali ini kita lakukan di tempa pemandian kolam yah pak..." Aku memberanikan diri meminta beliau menuntaskan birahiku.

Beliau lalu mencabut jarinya dari liang senggamaku dan mengangkat pantatku sedikit sehingga penisnya bisa diarahkan ke vaginaku dari arah belakang. 

BLESSSSSSS... ronde ke 2 dimulai dengan sangat cepat. Kali ini aku lebih dominan dan agresif. Aku mengambil inisiatif menggerakkan tubuhku naik turun di dalam air sambil berpegangan di pinggir bak mandi.

Öhhh...ooohhhhh.....ohhh....ohhhhhhhhh..."Gerakaknku makin liar dan tak terbendung. 

Äkkkkhh.. Aku keluar lagi pa..."aku menjerit saat orgasme ke 2 ku di dalam air.

Tangan pak Tanto masih sibuk meremas buah dadaku, bibirnya yang hangat mencium punggungku berulang kali seraya melengkapi kenikmatan yang kurasakan. Pak Tanto memintaku putar badan supaya posisi kami saling berhadapan, penisnya masih dalam kemaluanku. Makin lama gerakan penis pak Tanto makin kasar, penisnya semakin keras menyodok-nyodok ke dalam vaginaku.

"Paaaa...aduh...ohhhhh....aku mau keluar lagi..." oh my god ini yang kesekian kali dalam hari ini aku keluar berkali-kali orgasme.

"Dewiiiii.. saya mau keluarrrrrr..."Pak Tanto pun mengerang

Otot-otot liang senggamaku kembali berkontraksi untuk menggigit-gigit penis pak Tanto yang kukepit di dalam vaginaku. Kami sangat mesra hari itu, Hubungan seks ini akan tetap terjadi karena aku pasti tetap akan memenuhi segala permintaan pak Tanto.

Ikuti terus perjalanan cerita menarik lainnya hanya di situs majalah dewasa Indonesia.



Belum ada Komentar untuk "ATASANKU GILA SEX"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel