CERITA SEX GADIS BERJILBAB


Depok ternyata asalnya dari singkatan dari zaman Belanda loh, nah loh! Bukan "Daerah Elite Pinggiran Kota"yah.

Serius, De Eerste Protestantse Organisatie van Kristenen. Berasal dari komunitas Kristen yang dibentuk oleh Cornelis Chastelein. Lebih shock nya lagi, ini sudah ada sejak abad ke-17. Coba deh search google atau nanya Chat-GPT.

Digunakan untuk menyebut wilayah komunitas orang Belanda di kala itu. Sejak kepindahan kost ku ke daerah Depok,aku bertetangga dengan keluarga Pak Rusli. Kita gak bahas sejarah yah kali ini. 

Nah, Pak Rusli ini pegawai Pemda DKI yang tinggal bersama istrinya dan menantunya yang biasa dipanggil Mbak Yati oleh para tetangga lainnya. Mbak Yati yang telah mempunyai anak dua itu tinggal bersama mertuanya, karena suaminya mencari nafkah ke Malaysia hampir setahun yang lalu. Usia Mbak Yati aku taksir sekitar 30 tahunan, atau tepatnya 31 tahun ketika aku tak sengaja mendengar salah seorang ibu tetangga menanyakan usia menantu Pak Rusli ini.


SEX Di Balik Jilbab 

Menurut saya satu hal yang menarik dari menantu Pak Rusli ini adalah pakaian yang dikenakannya sehari hari. Ibu muda ini selalu berpakaian menutup rapat sekujur tubuhnya kecuali wajahnya dan telapak tangannya. Gimana tidak? Ibu Muda beranak dua ini selalu kulihat memakai jilbab yang lebar dan pakaian yang panjang longgar hingga mata kaki, bahkan sepasang kakinya sclalu kulihat memakai kaos kaki kadangkala berwarna abu atau putih. 

Aku tuh sebenarnya tidak terlalu memperdulikan menantu Pak Rusli yang kelihatan alim itu, namun kalau aku berangkat kuliah, aku sering ketemu Mbak Yati pulang dari belanja di pasar. Setiap kali bertemu, Mbak Yati selalu menyapaku ramah dan melempar senyum manisnya yang membuat aku menyadari Mbak Yati mempunyai paras wajah yang cantik. Tau gak sih? Wajah si mbak Yati tuh mirip istrinya Ikang Fauzi, YES! Marrisa Haque!

Nah, di rumah pak Rusli itu aku pas pulang kuliah ada ngeliatin tukang lagi perbaiki jendela rumah gitu. Aku tak sengaja lewatin kamar mas Yati, dan ternyata doi lagi ganti pakaian di dalam.

Wajah cantik Mbak Yati yang mirip Marissa Haque sangat gampang dikenalin walaupun berjilbab. Tapi ini beliau lagi mau mandi cuy, aku lihat hanya berlilitkan handuk pada tubuhnya. Mendadak timbul keinginanku untuk mengintip Mbak Yati yang agaknya hendak berganti pakaian setelah dia mandi.

Mataku membuka lebar-lebar ketika aku lihat Mbak Yati melepas handuk berwana hijau yang melilit tubuhnya. Sah, doi lagi telanjang bulat, cok. Sayangnya aku hanya mampu melihat dari kepalanya hingga ke pinggangnya.

Yang jelas aku bisa memastikan kulitnya mulus putih. Sepasang payudara ibu muda yang cukup montok ini masih terlihat kencang, gak kalah ama anak gadis perawan. Puting susu yang kecoklatan membuat buah dada Mbak Yati terlihat menggiurkan dan membangkitkan birahiku. 

Nafasku terengah-engah melihat Mbak Yati yang kemudian mengenakan BH untuk menutupi sepasang buah dadanya. Aku mengakhiri keasyikanku ketika Mbak Yati telah mengenakan pakaian, sebuah jubah panjang berbunga-bunga. Akhirnya aku kembali ke tempat kostku yang terletak di samping rumah Pak Rusli dengan birahi yang memuncak. 

Setibanya aku di kamar, aku mengocok kemaluanku sembari membayangkan kedua buah dada Mbak Yati kulihat telanjang tadi. Aku membayangkan yang sedang mengocok-ngocok kemaluanku adalah tangan Mbak Yati dengan dada montoknya yang telanjang.

"Ohhhh.. mmm.. ahhhh... sshhhh.. Mbaak Yati. ahhhhh.. enaaaaakkkk.. ahhhhhhh!!!" desahku di di ujung kenikmatanku sebelum aku tergeletak lemas.


Nafsu 18 Plus Plus

Beberapa kali aku menelan ludah melihat cetakan garis BH dan sekan-akan kulihat belahan buah dada yang montok itu di dada yang tertutup jilbab lebar itu. Setiap ketemu mbak Yati aku jadi horni tak terkendalikan. Aku dapat melihat pantatnya yang montok itu. Namun aku hanya mampu membayangkan saja yang kemudian diakhiri dengan onani lagi.

Suatu hari,Faiz, anak pertama Mbak Yati yang sering bermain ke tempat kostku, tertidur di kamar kostku setelah dia lelah bermain. Tak lama kemudian, Aku mendengar ketukan dan suara salam seorang wanita di pintu. Akupun membuka pintu seraya menjawab salam, dan aku tertegun ketika ternyata Mbak Yati yang ada di depan pintu kostku dengan wajah pucat dan terlihat lelah.

Siang ini dia mengenakan jilbab merah muda lebar dengan jubah putih bermotif bunga serta kaus kaki krem yang membungkus kedua kakinya.

"Maaf dik.. lihat Faiz anak saya, nggak? Saya sudah kemana-mana mencarinya. 

Öh, Faiz lagi ketiduran di kamarku, mbak."

"Terima kasih dik.. ngerepotin aja" kata Mbak Yati agak grogi dikit.

Kuundang mbak Yati untuk masuk melihat Faiz yang lagi tertidur lelap.

Tak lama kemudian, karena mungkin terlalu lelah. Mataku terbelalak melihat Mbak Yati ternyata telah tergeletak pulas di atas kasur kamar tidurku.

Aku tersenyum penuh nafsu, memandang wanita berjilbab tetanggaku yang terlihat pulas terlentang di atas kasur kamar tidurku. Diam-diam aku menghampiri dan pelan-pelan membuka satu per satu bajunya. Sepasang buah dada montok yang tertutup jilbab putih lebar itu membuatku menelan ludah, sehingga sesaat kemudian tanganku terulur menjamahnya. Aku merasa bermimpi ketika tanganku dengan sedikit gemetar meraba-raba bukit montok di dada Mbak Yati yang masih tertutup jilbab lebar.

Cerita Sex Bergairah

"Ohh.. montoknya" desisku dengan nafas mulai tersengal, lantas sedetik kemudian tanosnku mulai meremas hinah darda Mhak Yati yang besar bulat itu.

Lantas, kemaluanku kian mengeras dan mataku seakan tak berkedip melihat keindahan di dada wanita berjilbab ini. Mataku pun mulai melihat, BH warna krem yang membungkus sepasang payudaranya.

puting susu yang kecoklatan itu aku sempat terkejut oleh rintihan dari mulut Mbak Yati. Aku menatap wajah Mbak Yati yang masih terbalut jilbab putihnya itu, namun aku lihat wajahnya masih lelap dalam tidurnya hanya bibirnya memang mulai mendesah dan mengerang.

"Oohhh.. Mbak Yati mulai terangsang..." desisku melihat keadaan wanita berjilbab ini.

Aku mulai menjilat puting buah dada mbak Yati, ia pun membuat desahan kian sering terdengar. Birahiku semakin terasa menggelegak jalang mendengar rintihan dan desahan wanita berjilbab ini.

Celana dalam pink berenda yang dipakai Mbak Yati termasuk tipis untuk menyembunyikan gundukan kemaluan ibu muda ini sehingga mataku secara samar, mampu melihat bayangan bulu-bulu kemaluan dan belahan bibir kemaluan ibu muda berjilbab ini.

Tubuhku gemetar melihat keindahan yang luar biasa ini dan batang kemaluanku terasa kian keras.

"Ohh.. mbak Nuruuulll.. Ohhh" desisku gemetar dengan mulut ternganga melihat keindahan di depan mataku.

Dengan berani aku membuka kaki Mbak Yati yang terbuka itu. Aku melihat sepasang betis yang indah itu masih terbungkus kaus kaki warna krem yang cukup panjang hampir menutupi betisnya. Aku pun langsung mengeluarkan penisku sambil arahkan di selangkangan Mbak Yati.

Aku tiba-tiba teringat cairan yang kemarin kudapatkan dari Eyang Wak Nur minggu lalu, katanya kalo lagi sange bole pake itu usapkan ke hidung cewe yang kita temuin. Tanpa ragu lagi, cepat-cepat aku menuangkan "ramuan ajaib"yang kusiapkan untuk dihirup mbak Yati. Seketika ia terlihat mendesah dan terangsang sekali. Kedua kakinya ia buka dan tangannya seraya menarik tanganku untuk memberitahukan ku agar aku jangan ragu untuk menikmati tubuhnya.

Tubuh Mbak Yati bergetar hebat, ia memelukku dan kedua pahanya melingkar ke arah pinggangku. Wanita hebat yang kutaklukkan ini gak sabaran ingin merasakan penisku, kujepitkan ke liang kemaluannya terasa teredot-sedot sebelum aku akhirnya merasakan cairan hangat yang membasahi batang penisku.

Kisah Sex Indonesia


Ähhh...ssssshhh....Wuenakkkk.. ahhh.." teriak mbak Yati yang matanya sudah setengah ngefly.

""Äku pengen rasain Joni mu, dek. biarkan aku mengisapnya sampai puas, sebelum kita menyudahi ini semua. Mbak Yati, mengarahkan penisku ke arah mulutnya dan mulai menjilati seraya anak kecil yang kegirangan dengan es ganepo kesukaannya.

"Dek, anu mu besar sekali, kamu mau coba masukin ke lubang anus mbak gak?" tantangnya.

Aku yang masih belum pernah merasakan sensasi ini pun kaget seketika. Mbak Yati mengambil lotion gel yang kecil cair dan bening itu usapkan ke penisku. Aku mulai rasa aneh sekaligus penasaran.

"Dek, nanti pas masukin pelan-pelan yah." arahnya santai sambil nungging ke arah kemaluan ku.

"Blessss....aukhhh...Sakit yah mbak?" ujarku bertanya ketakutan. Gpp dek, awalnya emang gitu. 
Ternyata mbak Yati sudah pengalaman dan rasanya agak berbeda memang. Tapi lama kelamaan ini menjadi fantasi sex yang unik tersendiri. Sedotan dari reaksi mbak Yati sangat terasa sekali. Lebih sempit rasanya lubang disitu, lebih kesat awalnya tapi lama kelamaan elastis nya makin mendukung.

"Ternyata aku tak cuma bisa melihat indah nya tubuh mbak Yati yang ketutup jilbab, aku sudah bisa menikmatinya hehehe "

Aku masih kebayang setiap detik lamunan yang akhirnya dibangunkan oleh anaknya Faiz yang sudah terjaga dari bobok siangnya itu. Cerita ini pun berakhir sampai disini.

  • Cerita Dewasa, Situs majalah dewasa indonesia, cerita mesum, cerita sex, cerita selingkuh, kisah sex indonesia, cerita sex terpanas

Belum ada Komentar untuk "CERITA SEX GADIS BERJILBAB "

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel