JANJI JONI

SSIWA-JAH DEWASA | SIWA77


Peringatan Dini! Artikel bacaan ini khusus untuk anda yang sudah berusia 18 tahun atau lebih, atau sudah menikah. PERINGATAN DARI DOKTER juga. Bacaan ini jelas akan merangsang otak anda pada kelenjar hipotalamus, menimbulkan pikiran dan imajinasi diri, serta merangsang syaraf ke seluruh bagian tubuh. Buat yang ngaceng, selamat! Jika anda merasa terangsang berarti masih cukup sehat. Jika anda tidak terangsang, segera konsultasi dan periksalah kadar gula darah, kolestrol, dan trigliserida, serta konsultasi pada dokter atau dukun terdekat.

Mesum bersama Karyawati Toko

Sari, nama panggilan anak gadis yang saya kenal di Toko kelontong sekitaran rumah Dani. Kami mulai berbincang dan bercerita panjang di pertemuan pertama kami. Dari hari senin ke selasa, aku selalu rutin menghubungi Sari yang juga selalu menanti kedatanganku. Äku tau, Sari pasti lagi kasmaran." ujar temennya. Apa yang dikatakan teman nya Sari memang ada benarnya. Sari terlihat sering melamun, senyam senyum sendiri sambil membayangkan wajah Dani. Rasanya lama sekali sampai menunggu hari rabu tiba, bahkan malam minggu terasa lama banget. Pengen rasanya mempercepat waktu biar cepat bisa hari Sabtu.


Malam Minggu Malam yang Panjang

"Mbak Sari malam mau kemana?"tanya teman nya seloroh. Pada jam sembilan malam, Sari bergegas mandi. Penampilannya malam itu benar-benar stel kandas alias memukau banyak orang. Dani pun sudah bersiap siaga menanti Sari di depan rumahnya. Dani standby sejak jam 8.30 siap menjemput berpergian.

Setelah mereka berkeliling di sekitaran kota sambil menikmati makan malam bersama. Mereka pun singgah di rumahnya Dani. Kebetulan orang tua Dani lagi keluar kota, jadi rumah Dani kosong tak berpenghuni. Dari ruang tamu depan mereka sempat ngobrol santai sambil menikmati 2 porsi martabak dan 2 cangkir teh manis hangat.

Sensasi Mesum Bersama

Dani tak lepas dari pandangannya ke wajah Sari. Sambil ke kamar mandi, Dani mulai memberi kode kecil ke Sari. Wajah Sari tersipu malu, sambil berbisik, "Dan, kita langsung ke kamarmu aja.."ujar Sari terus terang. Dani pun bergegas ke lantai 2 sambil mematikan lampu di ruang tamu.

Sari melepaskan satu pesatu pakaian di tubuhnya. Hmm, sambil masuk ke kamar mandi mereka ternyata pemanasan dulu mandi air hangat. Air yang mengguyur tubuh Sari yang mulus pun dengan sontak membuat Dani lupa daratan. Tangannya yang lentik mulai menyabuni buah payudaranya yang kecil mungil tapi padat. Mulai dari leher, ke bahu, dan turun ke sepasang buah dadanya yang masih menantikan Dani meremasnya. 

Dani pun menepati janjinya, pemuda itu sangat berpengalaman dalam melayani Sari secara perlahan tapi pasti. Tubuhnya yang ateletis dan tegap jelas jadi dambaan Sari yang masih seger bagai bunga kembang yang baru mekar itu.

"Dan,... kapan terakhir kali kamu bisa bersantai seperti ini?"tanya Sari. 

Äku gak mau waktu ini berlalu terlalu cepat, aku mau terus menerus bersamamu disini."desah Sari."

Bagai Harimau yang kelaparan, Dani mulai melihat Sari bagaikan rendang yang bisa ia lahap, sambil meronta-ronta Dani gak sabaran mendorong tubuh Sari ke tembok kamar mandi. Ditekannya ke dinding sehingga Sari tidak bisa lagi bergerak. Dalam sekejap posisi doggy-style pun terjadi, "hmmm.. asuhhh.. sesak napasku, Dan." ujar Sari. "Dannnnnn... agak kenceng Dan..." sambil menoleh ke belakang melihat Dani, mata Sari segera meredup. Bahkan Dani pun ikut membalas desahan Sari, dan tubuh Sari pun berbalik arah sambil mengarah ke bagian bawah Dani. Oral Seks memang uda jadi hal paling disukai Sari, sambil meremas buah zakar Dani, ia pun mengisapppppp penuh perasaan yang mendalam. Apalagi ditambah sambutan suara dari Dani, suasana semakin panas. Darah semakin mendidih mereka pun bergegas meraih handuk untuk membersihkan badan.

"Yuk, kita lanjut ke atas kasur aja, udah nanggung ini"ujar Dani. 
Sari tersenyum melepaskan handuknya, dan mata Dani pun membelalak. Tubuh mulus Sari setelah mandi terlihat lebih jelas di dalam kamar, Bazoka Dani pun bangkit tegang dan semakin panjang membesar. Hebat Sekali, ujar Sari. Kok Penismu bisa mengangguk-angguk sih? Tanya Sari.

Seakan menantang Sari yang hanya bisa memandang, mereka pun langsung mulai beraksi. Seumur hidupnya Sari, belum pernah ia melihat benda sehebat dan seindah itu, pikirnya dalam hati.

Jantan, romantis dan Panas

Harus diakui, bahwa lelaki yang dihadapinya kali ini berbeda sekali. Sari membiarkan Dani meraba-raba sepasang buah dadanya yang montok ranum itu. Apalagi puting yang pink kemerahan itu mulai membesar perlahan tegak ke atas. Puting itu mulai dijilat Dani secara lembut dan berperasaan. Sari mulai merengek manja, merintih sambil meredupkan matanya. Dani pun membuat Sari semakin terangsang, tangannya berpindah tempat meremas dari kiri ke kanan, atas ke bawah. Ras geli-geli nikmat pun bercampur aduk. 

Dani memang jago menaikkan rangsangan Sari sedikit demi sedikit. "Dan, udah bole mulai masukin joni ke siti." bisik Sari sambil gak sabaran karena kemaluan Sari mulai terlihat basah dan becek.

Dani pun segera mencabut dan memasuki ke area terlarang itu. Sambil perlahan kenikmatan itu mulai terdengar jeritan kecil Sari. Sambil membusungkan dada Sari, pinggang kecil Sari pun mulai diangkat Dani, dan perlahan tapi pasti, Dani mulai menggendong naik tubuh Sari, sambil menghempaskan naik turun ke atas dan bawah. Posisi ini mempermudah Dani untuk mencium permukaan payudara Sari yang padat montok itu. Öuh Dani, teruskan sayang...yang lebih kencang lagi goyangnya.."ujar Sari.

Tanpa disadari, tangan Sari mulai tak menentu mengerumasi rambut Dani yang tebal itu, ketiak Sari pun naik ke bahu Dani. Dengan pengalaman Dani, semua perempuan memang terpuasakan maksimal. Tubuh Sari dihempaskan ke kasur dan Dani memulai gaya missionary favoritnya untuk menyudahi pergelutan ini. Sambil berbisik, Äyo kita "keluar"sama-sama dek.." 

Öukh, Dan.. Joni-mu berasa mentok ke perutku, enak banget Dan..." ujar Sari sambil teriak kecil.

Dani pun semakin pede dan mulai mempercepat gerakan goyangan special nya itu. Penis nya yang panjang dan keras itu seakan mendaki pegunungan yang semakin tinggi. Pahanya mulai semakin membuka sedikit demi sedikit. Jari tangan Dani pun mulai merangkul bahu Sari.

Puncak Roman Picisan

"Dannnnn...!!!"Sari meritih. Dani semakin buas dan mengobrak-abrik kemaluan Sari dengan rudalnya. 

äuhhh.. Dan, Enakk..enakkk...teruskan Dan."ayo lebih cepat lagi, terus sayang... terusssss.. akhhh!!"

Kepala penisnya mulai terasa geli dari ujung pangkal kedua bola testisnya Dani. Pantatnya diangkat dan digoyang-goyang. Oukh, sungguh Dani menyukai situasi itu. "Dekkkkk, hmmm...ssshhh...aku mau keluar nih..."ujar Dani. 

Äyo, Den. Keluarkan! aku juga siap, kita barengan yah..."iya Dek, akhuuu...siuuuuuhhh.. aukhh!!

Berbarengan nembak membuat mereka berdua berhenti di saat bersamaan. Sari mengangkat pantatnya dan menekankan belakang kepala Dani sekuat-kuatnya, sehingga tanpa ampun Dani mulai membenamkan kemaluan rudal besarnya ke kemaluan Sari. Semprotan cairan hangat dan licin kental itu pun keluar juga. Ënak banget Dan, ujar Sari.

Sambil menciumi Sari memijit batang Bazoka Dani yang masih keras dan bagaikan tombak itu. Ujung lidah Sari menjilati benda aduhai itu. "Dan, aku pasti ketagihan dan mau lagi. Kamu siap gak ronde ke 2 lagi?"

Bersambung....


Belum ada Komentar untuk "JANJI JONI"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel