CINTA TERLARANG SANG IPAR
SEKS sedarah memang Parah! Sering kejadian yang kita dengar cukup menarik untuk diceritakan karena dilakukan oleh adik ipar yang penasaran. Cerita mesum ini diawali dengan kondisi begini, sebut saja Dede alias Diana dengan seorang pria bernama Darwin yang juga abang iparnya.
Getaran kenikmatan berawal dari penisku didekap kuat di liang Dede. Tubuh Dede menegang di saat bercumbu dengan Darwin. Lagipula, Dina mulai pasrah dan hampir setiap hari mereka melakukan hubungan telarang itu di rumah Darwin sendiri.
Dede di kala itu masih duduk di bangku kuliah dan tinggal bersama kakak pertamanya Sri. Aku dari awal sudah diajak mereka untuk tinggal disitu, karena kampus ku dekat dengan daerah sekitaran. Daripada nge-kos kan gak aman dan juga bisa hemat ya sekalian aja. Karena Kak Sri sering dinas luar kota dan jarang pulang. Saya sering melihat kang Darwin kesepian sendirian di rumah ditinggal kakakku. Sesekali kuhibur dan akhirnya kami pun jadi akrab seiring waktu berjalan. Lama-lama terkesan dan muncul rasa dekat ke diriku dibanding kak Sri. Toh juga aku sering diajak jalan, bahkan aku pun mulai tidak merasa kaku lagi untuk nonton bareng di bioskop sambil buang suntuk. Orang-orang malah sering nganggap aku tuh pacarnya Darwin, dalam hatiku jadi sedikit ke-GE-ER-an juga sih.
Bukan Cuma Niat Tapi Kesempatan
Karena kedekatan itulah, aku mulai tumbuh perasaan mendalam. Dan suatu ketika, sewaktu aku pulang kuliah kulihat rumah sepi. Sesaat aku pun bingung, kenapa rumah sepi banget? Kang Darwin kemana? dalam hatiku bertanya. Akupun penasaran dan berjalan mengarah ke kamarnya, ku lihat pintu kamar tebuka dan TV menyala. Segera ku cek di dalam kamar, takutnya gak ada orang tapi TV menyala. Begitu masuk ke dalam kamar, aku mendadak shock berat karena terlihat di TV ternyata ada adegan seronok yang sedang berlangsung. Seketika aku pun jadi ikut terbuai dan merangsang, sekaligus kulihat kang Darwin terlentang di kasur. Ia pun kaget akan kehadiranku, "Maaf, Dede. kata Darwin dengan nada bersalah dan gak enakan. Sambil menutup pintu, aku pun berjalan keluar.
Masih terlintang jelas di benak pikiranku, Darwin sedang memainkan burung zakar nya yang hitam dan besar itu sambil mendesah. Sambil masuk ke dalam kamar, Dede pun mulai melepaskan pakaiannya, sambil meremas buah dada nya sendiri. Bagian tubuh Dede yang putih mulus memang terlihat sangat besar dibandingkan gadis seumuran dirinya. Dede bener-bener ingin menonton ulang film adegan tadi lagi. Tubuhnya tak berhenti terangsang terus menerus.
Tanpa disadari, Darwin berjalan ke arah pintu kamar Dede dengan maksud mau meminta maaf karena merasa bersalah akibat ulah dia tadi. Darwin pun mengetuk pintu kamar Dede, "Dek, ma.. maaf gangu yah, aku beneran minta maaf soal tadi."ujar Darwin. Ternyata pintu kamar Dede tidak terkunci dan Darwin pun seketika langsung melihat Dede yang sudah dalam keadaan bugil telanjang dada. Ëh, ada apa kang?"ucap Dede kaget salah tingkah. Kami akhirnya saling menatap ke sesama, mungkin karena kedekatan kami di sehari-hari sering barengan kemana-mana, jadi kami pun sudah bisa merasakan kedekatan yang mendalam.
Darwin pun mulai buka mulut, "Film tadi sebenarnya harusnya kutonton sendirian, tapi karna Dede juga uda ikutan nonton, gimana kalau kita puterin disini aja film nya?"ujar Darwin. Ähhh.. malu kang, kata Dede. Padahal Dede dalam hati sudah menanti-nantikan ajakan itu.
Akhirnya kami gak canggung lagi, kami akhirnya duduk berduaan dengan jarak 1 jengkal tangan saja. Sejak itu kami jadi sering nonton film aduhai itu bersamaan. Begitu film mulai diputar, gairah kami pun tak terbendung dan kami pun tergerak mengikuti gairah dan birahi kami. Pertama kali, ku pikir ciuman saja yah biasa lah, akhirnya bibir kami bersentuhan.
Kami mulai berpelukan, kehangatan kang Darwin bisa kurasakan betapa lamanya ia ditinggal pergi kak Sri. Darwin bagaikan harimau kelaparan yang siap menyantap diriku di kamar pribadiku. Perlahan kuraih bahu kang Darwin dan mulai ku buka satu per satu pakaiannya.
Karena Dede dari awal uda posisi telanjang dada, ia pun mulai berbaring dan mulai meraba kang Darwin mulai dari ujung kaki ia jamah. Tampak penis Kang Darwin yang besar dan super keras itu mulai kujilat. Sambil mandi kucing aku pun mulai mengocok-ngocok lembut buah zakarnya. Dede mulai BJ dan kang Darwin tak kuasa menolak.
Kang Darwin mulai tidak ragu lagi untuk menyambut hangat kenikmatan yang luar biasa ini. "Kurasakan tanganku ia elus sebagai tanda kang Darwin menyukainya." tutur dalam hati Dede.
Tanpa ragu, kang Darwin mulai menggrepe bagian kemaluan Vaginaku yang sudah basah tak terbendung dari tadi. Celana dalam ku yang tipis berenda itu pun dengan gampang dicopot oleh kang Darwin, rupanya ia suka menghisap dan menjilat miss V-ku. Vaginaku yang sudah kepalang basah secara perlahan ia masukkan Penis nya yang besar dan hangat itu ke dalam.
Sambil meremas buah dada Dede yang besar, halus dan lembut. Kang Darwin bisa telihat jelas merasakan putingku yang kenyal mengeras, tanganku pun merangkul di leher kang Darwin dan mulai tergendong ke pangkuannya. Pinggang nya yang ramping dan dada kang Darwin yang tegap cukup membuatku nyaman. Dede pun bergegas ke arah jendela dan mulai nungging minta di-doggy-style dari belakang sambil menoleh ke belakang sembari memberi kode kepada kang Darwin.
"ouh.. ouh.. desahan keras digaungkan oleh Dede dan kang Darwin beberapa kali mencoba menutup mulut mungil Dede karena takut kedengeran sama tetangga sebelah. Tapi "Kang.. ouhh.. enak banget, kang..." triak si Dede. Ternyata kang Darwin mulai memasukkan jari nya ke bagian sensitif Dede. Pahanya yang mulus juga seketika tegang karena kejang akibat klimaks yang dirasakan Dede.
Perlahan kurasakan pinggul Dede bergerak dan mempercepat gesekan penis ke liang vagina nya Dede. "Dede... "ucap kang Darwin sambil bergetar karena sangking nikmatnya. Kurasakan penisku didekap kuat seperti terisap-isap kuat di liang vagina Dede.
öuh.. akhhh..."Dede semakin meraung kuat, dan Kang Darwin pun membiarkan suara lantam itu keluar dari mulut Dede. Yang penting tancap gas terus dalam benak kang Darwin, akhirnya mani kang Darwin pun menyembur keluar bak gunung meletus yang sudah lama tak dikeluarkan. Bagai Singa kelaparan yang terpuaskan, beberapa kali kami sambil berciuman. Sembari membersihkan diri, kami malah ulangi lagi ronde ke 2 di dalam kamar mandi. Mandi bersama dengan sentuhan santai nikmat.
Bersambung...





Belum ada Komentar untuk "CINTA TERLARANG SANG IPAR"
Posting Komentar